Buol, CumaNesia.com – Pemerintah Kabupaten Buol kembali menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan petani plasma dan koperasi plasma. Hal tersebut mengemuka dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Buol, Selasa (10/2/2026), dipimpin Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto.
Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin persoalan plasma terus berlarut tanpa kepastian.
Menurutnya, kepentingan petani harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Yang kita cari adalah solusi nyata. Hak petani harus dilindungi dan koperasi harus berjalan sesuai aturan. Semua pihak harus terbuka dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Wabup juga meminta agar setiap hasil rapat tidak berhenti pada kesimpulan administratif, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan oleh perangkat daerah terkait.
Pemerintah Kabupaten Buol berharap melalui rapat ini dapat tercipta kesepahaman bersama dan langkah penyelesaian yang adil serta berkelanjutan, sehingga persoalan petani plasma dan koperasi plasma tidak kembali berulang di kemudian hari.
Rapat tersebut melibatkan Komisi II DPRD Kabupaten Buol, Penjabat Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan sektor perkebunan, koperasi, dan tata ruang.
Selain unsur pemerintah daerah, rapat juga dihadiri camat dan kepala desa dari wilayah yang terdampak persoalan plasma, sebagai bentuk keterlibatan langsung pemerintah di tingkat bawah dalam mencari solusi bersama.***






