Poso, CumaNesia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kilometer 2 Jalur Trans Sulawesi, Desa Taripa, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Minggu (2/8) malam. Api diduga bermula dari pembakaran sampah yang kemudian merembet cepat ke hutan muda dan semak belukar akibat kondisi kemarau panjang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita itu menghanguskan sekitar lima hektare lahan. Kobaran api juga menjalar ke areal perkebunan milik jemaat dan membakar sekitar 40 pohon durian berusia lima bulan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material masih didata pemerintah desa.
Kapolsek Pamona Timur IPTU Risman, SH mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Cuaca panas tanpa hujan selama hampir satu bulan membuat vegetasi sangat kering sehingga api cepat membesar.
“Diduga api berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan oknum masyarakat. Karena kondisi lahan sangat kering, api dengan cepat merembet ke hutan muda dan lahan di sekitarnya,” kata IPTU Risman.

Menerima laporan warga, personel Polsek Pamona Timur langsung menuju lokasi bersama Pemerintah Desa Taripa, 15 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sekitar 50 warga. Tim gabungan bergerak memadamkan kobaran api agar tidak meluas ke kawasan hutan maupun perkebunan masyarakat.
Upaya pemadaman berhasil mengendalikan kebakaran menjelang malam. Meski demikian, sejumlah titik bara masih ditemukan sehingga petugas gabungan tetap melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah api kembali menyala.
“Saat ini api sudah berhasil dikendalikan, namun personel bersama MPA dan masyarakat masih bersiaga melakukan pendinginan karena masih terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujar IPTU Risman.
Polsek Pamona Timur juga mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau. Patroli di wilayah rawan karhutla akan ditingkatkan, disertai penguatan koordinasi dengan pemerintah desa dan seluruh unsur terkait guna mencegah kebakaran serupa kembali terjadi.
(Ishaq)






