Buol, CumaNesia.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Buol ke-XII Tahun 2025 yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Kwala Besar, Kecamatan Paleleh, Sabtu (13/12/2025) berlangsung penuh makna.
MTQ ke-XII yang diikuti oleh kafilah dari 11 kecamatan se-Kabupaten Buol ini mengusung tema “Gema Al-Qur’an Mewujudkan Insan Agamis untuk Buol Hebat”, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan spiritual, moral, dan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Pembukaan MTQ ke-XII ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis oleh Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, didampingi Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto yang juga menjabat Ketua LPTQ Kabupaten Buol, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol Nurchairi, serta Ketua Panitia MTQ ke-XII yang juga Camat Paleleh, Lukman.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dan penuh makna religius dengan lantunan Surat Al-‘Alaq ayat 1–5, menekankan kata “Iqra” sebagai wahyu pertama dalam Al-Qur’an. Lantunan ayat suci tersebut diiringi efek suara gemuruh dan kilatan cahaya menyerupai petir, menciptakan suasana sakral yang menggugah kesadaran akan pentingnya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan.
Dalam laporannya, Ketua Panitia MTQ ke-XII Lukman menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga.
“Kecamatan Paleleh merasa bangga dipercaya sebagai tuan rumah. MTQ ini kami maknai sebagai syiar Islam dan sarana pembinaan generasi Qur’ani yang berkelanjutan di Kabupaten Buol,” ujar Lukman.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dimaknai sebatas ajang perlombaan, melainkan sebagai gerakan membumikan Al-Qur’an dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“MTQ harus melahirkan insan Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bacaan dan hafalan, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap, beretika, dan bermasyarakat,” tegasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, Nurchairi, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembinaan qari dan qariah secara berkelanjutan sebagai investasi sumber daya manusia di bidang keagamaan.
“MTQ harus menjadi ruang pembinaan yang melahirkan qari dan qariah berkualitas, yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi dan nasional,” ungkap Nurchairi.
Ia juga secara tegas mengingatkan dewan hakim MTQ agar menjalankan tugas penilaian secara profesional, objektif, jujur, dan berkeadilan.
“Penilaian yang berintegritas akan melahirkan peserta terbaik serta menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan MTQ,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian penting dari arah pembangunan daerah yang menempatkan nilai keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Buol Hebat.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari kualitas iman, akhlak, dan karakter masyarakat. MTQ adalah ikhtiar membangun manusia Buol yang religius, berintegritas, dan berdaya saing,” kata Bupati.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Bupati Buol juga mengumumkan pemberian hadiah umrah bagi peserta MTQ yang berhasil meraih juara di setiap cabang lomba.
“Ini adalah penghargaan pemerintah daerah kepada para qari dan qariah yang telah mengagungkan syiar Al-Qur’an di Kabupaten Buol,” tambahnya.
Pembukaan MTQ ke-XII turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.
MTQ Tingkat Kabupaten Buol ke-XII dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan berbagai cabang perlombaan yang dipusatkan di sejumlah arena di Kecamatan Paleleh, sebelum ditutup dengan penetapan juara umum dan penyerahan hadiah.
RAHMAN












