Buol, CumaNesia.com – Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo menegaskan komitmen Pemerintah Daerah menjadikan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Berkah Buol sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Grand Opening Perumda Berkah Buol, Kamis (1/1/2026), yang digelar di halaman kantor Perumda, yang terletak di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau.
Bupati yang akrab disapa Bowo menekankan, Perumda Berkah Buol tidak boleh berjalan sendiri dalam mengembangkan seluruh lini usahanya.
Menurutnya, kolaborasi dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal merupakan kunci agar Perumda benar-benar memberi dampak nyata bagi daerah.
Bowo menjelaskan, di sektor pertambangan, Perumda wajib berkolaborasi dengan koperasi dan UMKM di wilayah Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) desa. Sementara di sektor pertanian, sinergi harus dibangun bersama para petani, dan pada sektor perdagangan, Perumda diminta menggandeng pihak swasta agar usaha dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.
Selain mendorong kolaborasi lintas sektor, Bowo juga mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah keberhasilan BUMD Buol sebelumnya.
Ia menyebut Perusda Buol pernah mencatat kesuksesan melalui program “Gertakbos”, yang dinilai dapat menjadi referensi bagi Perumda Berkah Buol saat ini.
“Pembangunan tidak akan pernah sukses jika kita melupakan jejak sejarah para pendahulu. Saya minta jajaran Perumda Berkah Buol tetap membuka ruang diskusi dan menerima masukan agar bisa maju dan berkelanjutan,” ujar Bowo.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Buol untuk ikut mendukung keberadaan Perumda Berkah Buol, baik melalui saran, kritik konstruktif, maupun doa.
Menurut Bowo, keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat dicapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.
Sementara itu, Direktur Perumda Berkah Buol, Ahmad Andi Makka mengungkapkan, saat ini Perumda telah membawahi enam anak perusahaan yang akan mengelola sektor peternakan, pertambangan emas dan batu, pasir, kelapa sawit, jagung, serta perdagangan umum.
Andi Makka menambahkan, pengembangan usaha akan difokuskan pada potensi sumber daya alam Kabupaten Buol, seperti potensi jagung sekitar 120–130 ton per tahun, tambang emas Bodi dengan luas WPR 103 hektare, serta sektor sawit, peternakan, dan galian C.
Seluruh sektor tersebut diharapkan mampu memberi dampak ekonomi luas bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kegiatan Grand Opening Perumda Berkah Buol turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mitra usaha, dan menjadi penanda awal harapan baru bagi penguatan ekonomi daerah berbasis kolaborasi dan keberpihakan pada rakyat.
Rahman






