Poso  

Silaturahmi Lintas Desa, Sahabat PROPOSOKU Satukan Desa Poleganyara dan Tamanjeka

Poso, CumaNesia – Sahabat PROPOSOKU menggelar rangkaian kunjungan silaturahmi lintas desa sebagai upaya memperkuat integrasi sosial dan memulihkan kepercayaan antarwarga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi reintegrasi sosial pascakonflik yang berbasis komunitas dan dialog.

Kunjungan silaturahmi dilakukan antaralumni Program Penguatan Reintegrasi Sosial Poso dan Sekitarnya (PROPOSOKU) yang berasal dari Desa Tamanjeka dan Desa Poleganyara. Program ini difasilitasi oleh Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Poso bersama The Habibie Center dan Yayasan Sikola Mombine Palu, dengan dukungan pendanaan dari Sasakawa Peace Foundation Jepang.

Example 300x600

Ketua Pembina PROPOSOKU, Budiman Maliki, S.Sos, mengatakan silaturahmi lintas desa menjadi ruang penting untuk memperkuat relasi sosial yang sempat terputus akibat konflik masa lalu.

“Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan, tetapi proses membangun kembali rasa saling percaya, saling memahami, dan penerimaan sosial,” kata Budiman.

Para Sahabat PROPOSOKU yang terlibat berasal dari latar belakang komunitas Muslim dan Nasrani. Pendekatan inklusif ini, menurut Budiman, menjadi fondasi utama dalam memperkuat integrasi sosial yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan pertama pada Selasa, 3 Februari 2026 di Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, yang diikuti sekitar 80 peserta dari unsur alumni PROPOSOKU, perwakilan masyarakat setempat, tokoh lokal, dan penyelenggara kegiatan.

Kunjungan balasan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 di Desa Poleganyara, Kecamatan Pamona Timur, dengan melibatkan sekitar 60 peserta dari kedua desa dan para pemangku kepentingan.

Selain silaturahmi, program ini juga akan meluncurkan gerai usaha kelompok simpan pinjam alumni PROPOSOKU pada Rabu, 4 Februari 2026. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi sebagai bagian tak terpisahkan dari proses integrasi sosial.

Ketua LPMS Poso, Endriati Nur, menegaskan bahwa integrasi sosial tidak dapat berjalan efektif tanpa keterlibatan langsung masyarakat.

“Ketika komunitas saling mengunjungi dan berdialog, proses reintegrasi menjadi lebih alami dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager Program PROPOSOKU The Habibie Center, Imron Rasyid, menilai silaturahmi lintas desa menjadi pendekatan strategis dalam mencegah kembalinya polarisasi sosial.

“Interaksi langsung antarwarga membuka ruang aman untuk membangun relasi yang sehat dan setara,” kata Imron.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis silaturahmi dan penguatan ekonomi komunitas merupakan praktik baik dalam pencegahan ekstremisme berbasis masyarakat.

Melalui dukungan Sasakawa Peace Foundation Jepang, PROPOSOKU diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat perdamaian jangka panjang di Poso dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama integrasi sosial.

Example 300x600