Banggai Laut, CumaNesia.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja terhadap bahaya HIV, Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS), serta ketergantungan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai Laut bekerja sama dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Kabupaten Banggai Laut serta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) menggelar kegiatan edukasi kesehatan.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Sehat Mencegah HIV, PIMS, dan Ketergantungan NAPZA Sejak Dini pada Remaja” tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Banggai, Senin (15/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta membentuk sikap positif remaja dalam mencegah HIV, PIMS, dan penyalahgunaan NAPZA sejak usia dini.
Ketua PERSAKMI Kabupaten Banggai Laut, Hastia Piyama, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan ini adalah pelajar tingkat SMP/MTS hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Banggai Laut. Menurutnya, kelompok usia remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku berisiko akibat minimnya informasi yang benar terkait kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, PIMS, serta penyalahgunaan NAPZA.
“Melalui edukasi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pengertian, cara penularan, dampak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hastia.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bersifat satu kali, namun akan dilaksanakan secara rutin dan telah terjadwal di seluruh sekolah di Kabupaten Banggai Laut.
“Kami mengemas kegiatan secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab, agar siswa lebih aktif dan berani menyampaikan pertanyaan, sekaligus menumbuhkan sikap berani berkata ‘tidak’ terhadap perilaku berisiko,” tambahnya.
Hastia berharap, melalui kegiatan edukasi ini para remaja mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab, serta berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang terbebas dari HIV, PIMS, dan penyalahgunaan NAPZA. ***






