Buol, CumaNesia.com – Pemerintah Kabupaten Buol memastikan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dilakukan secara terbuka dan partisipatif melalui Forum Konsultasi Publik yang digelar, Jumat (20/2/2026) di Aula Pobokidan Kantor Bupati.
Forum tersebut dihadiri Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto, DPRD, Forkopimda, tokoh adat, perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, pimpinan OPD, BUMD, akademisi, organisasi perempuan dan pemuda, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan, RKPD bukan hanya dokumen administratif, melainkan arah kebijakan pembangunan tahunan yang harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Forum ini menjadi wadah menyerap aspirasi sekaligus menyamakan persepsi agar program yang dirancang tepat sasaran,” ujarnya.
Kepala Bappeda-Litbang Buol, Satar Badang melalui Sekretaris Bappeda-Litbang Buol, Herman Husnan menjelaskan, forum ini dilaksanakan berdasarkan regulasi nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
Pemkab Buol menetapkan fokus pembangunan 2027 pada sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan dan stunting.
Saat ini pertumbuhan ekonomi Buol tercatat 3,31 persen, tingkat kemiskinan 13,08 persen, dan prevalensi stunting 36,9 persen. Target 2027 diarahkan pada pertumbuhan 7,91 persen, kemiskinan turun menjadi 10,91 persen, IPM 72,66, serta penurunan signifikan stunting.
Tujuh prioritas pembangunan dirumuskan dalam agenda Buol Unggul, Buol Makmur, Buol Sigap, Buol Nyaman, Buol Harmoni, Buol Merata, dan Buol Lancar.
Perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Busman, menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan daerah dengan arah pembangunan provinsi dan nasional agar program yang dirancang mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui forum ini, Pemkab Buol menegaskan komitmennya menghadirkan perencanaan yang responsif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat. ***






