Poso, CumaNesia.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Poso siap membawa nama daerah dalam Pesparani Katolik Daerah Sulawesi Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kota Palu, 1–4 Oktober 2026.
Sekretaris Umum LP3KD Kabupaten Poso, Frans Bond, mengatakan keikutsertaan kontingen Poso tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi menjadi ruang bagi umat Katolik untuk mempersembahkan talenta sekaligus memperkuat iman dan persaudaraan.
“Kami datang bukan sekadar untuk berlomba, tetapi untuk mempersembahkan talenta kepada Tuhan dan membawa nama baik Kabupaten Poso. Tema ‘Merawat Persaudaraan untuk Gereja dan Bangsa’ menjadi semangat kami menjaga persatuan dan kebersamaan,” ujar Frans Bond.
Kontingen Poso akan mewakili umat Katolik dari tiga wilayah, yakni Paroki Santa Theresia Poso, Paroki Santo Kristoforus Pendolo, dan Kuasi Paroki Kristus Raja Damai Napu.
Menurut Frans, Pesparani tidak seharusnya dimaknai hanya sebagai kompetisi untuk menentukan juara. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum perjumpaan umat dan mempererat persaudaraan.
“Pesparani adalah pesta iman dan pesta persaudaraan. Jangan kita memaknainya hanya dari siapa yang menang atau kalah. Yang terpenting adalah perjumpaan, kebersamaan, persaudaraan, dan bagaimana kita memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki,” katanya.
Frans menyebut persiapan kontingen terus dilakukan dengan dukungan umat dan gereja. Selama ini, pembinaan masih mengandalkan dukungan gereja dan tiga pastor paroki.
“Kami sangat berterima kasih kepada gereja dan ketiga pastor paroki yang selama ini memberikan dukungan. Ke depan, kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan agar pembinaan Pesparani dapat berjalan lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
LP3KD Poso mengajak umat Katolik dan masyarakat Kabupaten Poso memberikan doa serta dukungan bagi kontingen yang akan tampil di Palu.(SYM)






