Morowali, CumaNesia.com — Aksi demonstrasi yang digelar Serikat Buruh Industri Morowali Indonesia (SBIMI) di depan kantor PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Rabu (18/2/2026), berakhir memanas.
Dua petugas keamanan kawasan industri dilaporkan mengalami luka bakar dalam insiden tersebut.
Korban diketahui bernama I Made Andika Putra (23) dan Ahyar (29), personel Morowali Security Service (MSS). I Made Andika mengalami luka bakar di bagian bokong, telapak tangan, dan pinggang. Sedangkan Ahyar mengalami luka pada telapak tangan, jari, dan lutut.
Manajemen IMIP memastikan keduanya telah mendapatkan perawatan di Klinik 1 IMIP, dengan seluruh biaya pengobatan ditanggung perusahaan.
Penanganan insiden turut dikawal aparat dari Polsek Bahodopi.
Aksi SBIMI sendiri membawa sejumlah tuntutan kepada manajemen PT KINRUI dan PT KXNI. Mulai dari dugaan pungutan SIMPER, penolakan pengurangan poin kerja dan potongan upah, tuntutan makan dua kali bagi pekerja shift, hingga penolakan PHK terhadap 26 karyawan Departemen Jetty Konstruksi.
Ketua SBIMI, Andi Ilham, menyebut pihaknya belum mendapatkan ruang dialog yang memadai serta menilai ada ketidaksepahaman dalam penerapan norma K3 dan kebijakan ketenagakerjaan.
Menanggapi hal itu, manajemen IMIP bersama perwakilan perusahaan terkait telah menggelar pertemuan dengan SBIMI. Keputusan terkait 26 karyawan dinyatakan tetap berlaku, namun perusahaan membuka ruang dialog bipartit untuk membahas tuntutan lainnya.
IMIP menegaskan komitmennya menyelesaikan persoalan hubungan industrial melalui jalur musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku, sembari memastikan keamanan seluruh pekerja di dalam kawasan industri.***





