Poso, CumaNesia.com – Wajah toleransi kembali terlihat di Kabupaten Poso. Dua anak beragama Hindu asal Desa Bakti Agung, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Ratna dan Anggun, kini menempuh pendidikan di TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana bersama siswa dari berbagai latar belakang agama.
Kehadiran keduanya di sekolah yang dikelola Muhammadiyah itu menjadi gambaran nyata kehidupan masyarakat Poso yang terus menjaga nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap perbedaan.
Aktivis Sosial dan Pemerhati Perdamaian Poso, Budiman Maliki, menilai lingkungan pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam menanamkan sikap saling menghargai sejak dini kepada anak-anak.
Menurutnya, keberadaan Ratna dan Anggun di TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana menunjukkan bahwa semangat hidup damai di tengah keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Pagi ini saya duduk bersama dua anak Bali beragama Hindu asal Desa Bakti Agung, yakni adik Ratna dan adik Anggun, yang saat ini menjadi bagian dari siswa TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana. Ini adalah potret nyata bagaimana nilai-nilai toleransi dan bina damai telah membumi di dunia pendidikan usia dini,” ujar Budiman. Minggu (31/5/2026).
Ia mengatakan keberagaman yang tumbuh di Desa Tambarana merupakan modal sosial yang harus terus dijaga. Masyarakat dengan latar belakang Islam, Kristen, dan Hindu dinilai mampu hidup berdampingan secara rukun dan harmonis.
Budiman juga memberikan apresiasi kepada TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana yang membuka ruang pendidikan inklusif bagi seluruh anak tanpa membedakan agama maupun latar belakang keluarga.
“Langkah kecil seperti ini penting untuk memproses dampak menuju Poso yang damai, rukun, dan harmonis. Nilai-nilai toleransi harus terus dirawat sejak usia dini agar menjadi fondasi kuat bagi masa depan daerah ini,” pungkasnya.
(Ishaq).






